Gudang PBB Hancur Dihantam Bom Fosfor Israel

16 Januari 2009 oleh hadiakrom

NEW YORK,KAMIS-Sebuah gudang di kompleks bangunan PBB di Jalur Gaza hancur, Kamis (15/1) terkena serangan Israel yang tampaknya bom fosfor putih.

“Gudang utama itu rusak parah oleh apa yang tampaknya bom fosfor putih. Mereka yang berada di lapangan tidak ragu-ragu lagi mengenai bom itu. Jika Anda meminta konfirmasi, itu seperti yang saya sebutkan,” kata kepala urusan kemanusiaan PBB John Holmes kepada wartawan pada jumpa pers di New York.

Kompleks bangunan itu milik Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA). Kelompok hak asasi manusia Human Rights Watch sebelumnya juga menuduh Israel melancarkan serangan dengan bom fosfor putih. Bom ini bisa digunakan untuk tidak saja untuk membunuh namun juga sebagai senjata pembakar bangunan.

Israel menolak berkomentar mengenai penggunaan amunisi tersebut namun mengatakan, militer negara itu menggunakan senjata yang tidak melanggar hukum internasional.

Kecaman-kecaman terhadap militer Israel juga datang dari dalam negeri. Sejumlah kelompok hak asasi manusia di Israel mengatakan, Rabu, ofensif Israel terhadap Hamas di Jalur Gaza telah menimbulkan penderitaan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap warga sipil di wilayah Palestina itu. Mereka menuduh pasukan negara Yahudi tersebut menggunakan senjata-senjata mematikan yang menewaskan ratusan warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik itu.

Dalam sepucuk surat yang dikirim kepada Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, Menteri Pertahanan Ehud Barak dan jajaran tinggi militer, sembilan kelompok hak asasi manusia itu mengatakan, penduduk sipil di Gaza mengalami penderitaan kemanusiaan yang luar biasa. “Tingkat pencederaan terhadap penduduk sipil itu belum pernah terjadi sebelumnya,” kata kelompok-kelompok itu.

Sejak Israel meluncurkan perang gencar di Gaza, lebih dari 1.000 orang tewas dalam serangan-serangan udara yang tidak terhitung dan pertempuran hebat 10 hari. Jumlah itu mencakup 315 anak dan 100 wanita. Sebanyak 4.700 orang juga cedera dalam ofensif terbesar yang pernah dilakukan Israel ke wilayah pesisir Palestina itu. Para penandatangan surat kecaman itu mencakup Komite Umum anti-Penyiksaan di Israel, Dokter untuk Hak Asasi Manusia — Israel, Yesh Din dan Amnesti Internasional cabang Israel.

Kekerasan di sekitar Gaza meletus lagi setelah gencatan senjata enam bulan berakhir pada 19 Desember. Israel membalas penembakan roket pejuang Palestina ke negara Yahudi tersebut dengan melancarkan gempuran udara besar-besaran sejak 27 Desember dan serangan darat ke Gaza dalam perang tidak sebanding yang mendapat kecaman dan kutukan dari berbagai penjuru dunia.

Setelah pemboman udara beberapa hari, pasukan dan tank-tank Israel melakukan ofensif darat dengan bergerak ke pusat-pusat penduduk utama, termasuk Kota Gaza. Kelompok Hamas menguasai Jalur Gaza pada Juni tahun 2007 setelah mengalahkan pasukan Fatah yang setia pada Presiden Palestina Mahmud Abbas dalam pertempuran mematikan selama beberapa hari. Sejak itu wilayah pesisir miskin yang berpenduduk 1,5 juta orang itu dibloklade oleh Israel.

PBB salahkan Israel atas serangan ke Kompleks PBB

16 Januari 2009 oleh hadiakrom

JERUSALEM, KAMIS - Sekjend PBB Ban Ki-moon menyalahkan Israel atas serangan yang menimpa kompleks PBB di Kota Gaza, Kamis.

“Menteri Pertahanan Israel Barak mengatakan pada saya bahwa ini merupakan kesalahan serius dan dia menanggapinya dengan serius betul,” ujar Ban saat konperensi pers di Tel Aviv dengan Menteri Luar Negeri Israel Tzipi Livni.

Namun juru bicara Pemerintah Israel Mark Regev mengatakan bahwa hal itu masih dalam penyelidikan. Saat ditanya soal komentar yang dilontarkan Ban, Regev menyatakan Menteri Pertahanan Ehud Barak sebenarnya sudah bicara kepada pimpinan PBB, “Jika itu merupakan tindakan Israel, itu merupakan kesalahan serius.”

Regev mengungkapkan “tak jelas tembakan siapa yang menyerang fasilitas PBB.”

“Bisa jadi itu milik kami, bisa milik Hamas,” ungkap Regev.”Semuanya sedang diteliti saat ini.”

Tentara Israel melintas Kota Gaza sepanjang malam. Selama bertempur dengan pasukan Hamas, kompleks markas bantuan PBB yang lokasinya cukup dekat dengan perumahan warga diserang oleh artileri dan bom tangan. Serangan tersebut menyebabkan munculnya asap gelap tebal yang menyelimuti udara.
ABD
Sumber : CNN

Kota Gaza Jatuh ke Tangan Israel

16 Januari 2009 oleh hadiakrom

Laporan Wartawan Kompas, Trias Kuncahyono dari Rafah

RAFAH, JUMAT — Setelah pertempuran sengit seharian, akhirnya Gaza City, ibu kota Jalur Gaza, jatuh ke tangan Israel. Tank-tank Israel pun memasuki kota itu, Jumat (16/1). Mengiringi momen tersebut, sempat terdengar lima kali ledakan bom yang disambut dengan rentetan tembakan, tetapi lokasi pastinya tak diketahui. Sebelumnya diberitakan, puluhan truk pembawa bantuan kemanusiaan antre untuk masuk Jalur Gaza lewat pintu Gerbang Rafah, Mesir, Kamis petang atau malam waktu Indonesia.

“Petang ini situasi di Rafah tenang. Tidak ada serangan pesawat tempur Israel. Biasanya daerah ini menjadi sasaran gempuran. Serangan udara hanya terjadi pada Kamis pagi,” kata Trias dalam surat elektroniknya. Sementara itu, ambulans pembawa korban tak henti-hentinya keluar dari Jalur Gaza. Sirene terus meraung-raung. Sayup-sayup terdengar bunyi rentetan tembakan senjata dari Jalur Gaza. Seiring dengan kondisi itu, tank-tank Israel dikabarkan telah memasuki Gaza City sebagai tanda didudukinya ibu kota Jalur Gaza tersebut.

Dua Mantan Pejabat Ditahan

23 Desember 2008 oleh hadiakrom

BATAM, Dua mantan pejabat Kabupaten Lingga terkejut saat sejumlah wartawan memberitahu bahwa mereka akan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Kepri, Selasa (23/12). Wajah mantan Sekretaris Lingga, M Taher Saleh, langsung pusat pasi mendengar kabar itu. Demikian pula Bodwar Heri, mantan Pemegang Kas Kabupaten Lingga. Keduanya resmi menjadi tahanan Polda Kepri terkait kasus dugaan korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Lingga tahun 2004-2005 sebesar Rp 1,1 miliar.

Keduanya langsung sibuk mencari tahu di mana pengacara mereka, karena belum yakin pada informasi yang disampaikan wartawan. “Ah… tidak tahu kalau mau ditahan. Silakan tanya pada pengacara saya,”ujar Taher yang tampak lelah karena baru selesai menjalani pemeriksaan selama 5 jam.

Sementara Bodwar terlihat sangat gelisah. Saat ditanya mengenai penggunaan uang, dia menjawab bahwa tugasnya hanyalah mengeluarkan uang atas perintah dan permintaan pimpinan.

“Uang sebesar Rp 350 juta itu telah dikembalikan secara bertahap ke kas daerah. Tentu saya kaget dengan penetapan mulai ditahan. Karena selama pemeriksaan saya selalu terbuka,”ujar Bodwar dengan wajah memerah seakan ingin menangis.

Dengan penahanan tersebut maka sia-sialah perjuangan mati-matian kedua mantan pejabat itu selama berbulan-bulan untuk meyakinkan penyidik dari Satuan III Tindak Pidana Korupsi Dit Reskrim Polda Kepri bahwa mereka tidak bersalah.

Bantuan fiktif

Dir Reskrim Polda Kepri Kombes Pol Muhammad Jupri, melalui pejabat sementara Kasat III Tipikor Dit Reskrim Polda Kepri, Kompol Herry Heryawan menjelaskan bahwa kedua tersangka resmi ditahan karena telah terbukti memperkaya diri dengan cara menyalahgunakan pos anggaran belanja daerah Lingga tahun 2005 yang diduga fiktif.

“Setelah 5 jam kita periksa, tersangka resmi kita tahan mulai hari ini. Keduanya diduga kuat menyalahgunakan dana bantuan organisasi dan profesi pada APBD Lingga tahun 2005. Di mana dana sebesar Rp 350 juta diberikan kepada 12 orang secara fiktif. Anggota kita sudah telusuri nama dan alamat mereka tapi tidak jelas. Kalaupun ada, para penerima mengaku tidak menerima,”jelas Herry yang didampingi Kompol Edy Kanit I Sat III Ditreskrim Polda Kepri.

Kompol Edy menambahkan, seharusnya dana Rp 350 juta digunakan untuk pos pembiayaan kesehatan dan asuransi untuk pegawai di lingkungan Pemkab Lingga. Tapi, selama tahun 2005 itu, dana tidak terpakai. lalu Bodwar mengalihkan menjadi bantuan dana kesehatan kepada 12 warga. “Diakui tersangka, dari 12 orang itu ada yang mendapat minimal Rp 20 juta hingga Rp 42 juta. Cara mendapatkannya, tersangka memanfaatkan proposal bantuan masyarakat yang masuk. Di sinilah terlihat upaya melawan hukumnya,”ujar Kompol Edy.

Walau tidak dapat menerima kalau dirinya bersalah, Bodwar menjelaskan kalau dana sebenar Rp 350 juta itu telah dikembalikan secara bertahap dan telah lunas pada November 2008. “Dana itu telah seluruhnya lunas dikembalikan ke Pemkab Lingga,”ujar Bodwar.

Kompol Edy membenarkan kalau dana tersebut telah dikembalikan. Namun mereka tetap dijerat karena upaya melanggar hukum telah dilakukan. Terutama cara mengeluarkan uang dengan menggunakan nama-nama fiktif.

“Kita akan tuntut dengan pasal 2, 3, dan 4 UU Tindak Pidana Korupsi. Ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda mencapai Rp 1 miliar,”ujar seorang penyidik lainnya.

Sebelumnya kedua tersangka menjalani pemeriksaan di ruang Sat III Ditreskrim Polda Kepri sejak pukul 10.50 WIB. Keduanya didampingi Rifai Ibrahim SH selaku pengacara.

Penyidik mengakui, kalau pemeriksaan hampir 5 jam tersebut merupakan keenam kalinya dan yang ketiga kalinya setelah penyidikan sebelumnya menetapkan kedua mantan pejabat itu sebagai tersangka. “Kita akan pikirkan untuk upaya penangguhan penahanan. Terutama bagi M Taher Saleh yang telah berusia lanjut,”ujar Rifai singkat.

Kasus ini mulai bergulir sejak 18 Maret 2008. Ketika itu Ketua DPRD Kabupaten Lingga Alias Wello bersama delapan anggota Dewan Lingga membawa setumpuk berkas untuk diserahkan kepada penyidik Polda Kepri. Mereka menduga Bupati Lingga Drs H Daria dan Sekda Kabupaten Lingga Drs H Thahir Saleh melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. Menurut Wello, penyimpangan keuangan sudah berlangsung sejak Daria masih menjabat pelaksana tugas Bupati (2004) hingga tahun 2007 ketika Daria sudah menjabat Bupati Lingga terpilih.

Dugaan korupsi terbesar di Dinas Pendidikan yang tahun 2006 sebesar Rp 17,15 miliar, kemudian tahun 2007 sebesar Rp 49,4 miliar, disusul pengeluaran uang bimbingan belajar serta jasa konsultan di Dinas Pendidikan yang jumlahnya mencapai lebih Rp 2 miliar.

Selain biaya pendidikan, anggota Dewan juga menyoroti pungutan asuransi untuk rakyat miskin yang ditarik dari potongan gaji pegawai negeri. Selain itu, Daria diduga menyelewengkan uang beras miskin selama periode 2005- 2007.

75% Peserta Nikah Masal di Depok Berusia Lanjut

23 Desember 2008 oleh hadiakrom

DEPOK – Pemerintah Kota Depok menggelar acara nikah gratis bagi keluarga miskin di Masjid Ibadurrahman, Kelurahan Sawangan Lama, Kecamatan Sawangan, Depok, tadi siang.

Kegiatan ini diikuti 132 pasangan. Sekira 75 persen dari para peserta nikah gratis ini adalah pasangan dengan usia setengah baya. Tercatat peserta tertua adalah pasangan Jiih Tenggeng (85) dan Marnah (80), warga Serua, Sawangan. Adapun pasangan termuda adalah pasangan Aji Wahyu Agus (24) dan Siti Nursita (22), warga Kelurahan Kedaung, Kecamatan Sawangan.

Plt Ketua Kantor Urusan Agama (KUA) Sawangan, Ahmad Syanin mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilakukan di setiap kecamatan di Kota Depok beberapa waktu lalu.

“Nikah massal yang dilakukan di Kecamatan Sawangan hari ini merupakan yang terakhir pada 2008. Sejak 2007 sudah ada 400 pasangan yang dinikahkan. Paling banyak pasangan yang usianya sudah tua,” jelasnya di Depok, Selasa (23/12/2008).

Salah satu penyebab banyaknya pasangan tua tidak memiliki akte nikah lantaran awalnya mereka mengangap surat nikah tidak penting. Namun, seiring berjalannya waktu akte nikah menjadi salah satu syarat untuk mendaftarkan anak masuk sekolah.

“Akte nikah menjadi salah satu persyaratan administrasi anak masuk sekolah. Karena persyaratan itu kini orangtua yang menikah siri atau belum memiliki akte nikah sudah mengetahui akan fungsi dari akte nikah itu,” jelasnya.

Ahmad menjelaskan, sebenarnya biaya menikah tidak mahal. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 47/2004 adalah sebesar Rp30.000 untuk administrasi. “Baik menikah di Kantor KUA maupun dipanggil pun biayanya tetap tidak boleh ditambah. Itu yang benar,” jelasnya.

Sementara itu, Maher (60) dan Nalamah (40), warga sawangan mengatakan baru sempat membuat akte nikah padahal sudah memiliki tiga anak dan tiga cucu. Menurutnya, waktu itu biaya untuk mendapatkan surat akte nikah cukup mahal.

“Untung ada nikah gratis jadi nggak usah ngeluarin biaya. Apalagai sekarang ini biaya nikah katanya sudah lebih dari Rp250 ribu,” jelasnya.

Program Konversi Minyak Tanah Dipercepat

23 Desember 2008 oleh hadiakrom

JAKARTA - Konversi minyak tanah ke elpiji yang pada awalnya ditargetkan selesai 2010, dipercepat hingga 2009. Dari target 2008 sebesar 7,2 juta paket, saat ini sudah menjangkau sekira 18 juta kepala keluarga (KK).

“Kami bahas konversi mitan ke elpiji, yang tadinya ditargetkan sampai 2010, sekarang dipercepat sampai 2009. Tahun 2008, kita bisa lakukan penghematan sekira kurang lebih Rp7 triliun, sementara penghematan subsidi terhadap minyak tanah sampai Rp7 triliun,” ujar Meneg PPN/Kepala Bapenas Paskah Suzetta, di Gedung Depkeu, Jalan Wahidin, Jakarta, Selasa (23/12/2008).

Paskah mengatakan, dengan adanya percepatan konversi ini diharapkan bisa segera menghemat minyak tanah agar tidak lagi terjadi subsidi yang lebih besar. Cara ini sekaligus menjadi cara untuk melakukan penghematan.

Paskah mengatakan pemerintah berambisi program konversi ini bisa menjangkau sebanyak 40 juta KK. Kendati demikian, dengan jangkauan sebesar 40 juta paket tersebut, pada 2009 nanti diharapkan masih ada subsidi minyak tanah. “Mudah-mudahan tercapai. Kalau bisa tercapai, kita bisa ke titik nol. Paling tidak 36 jutalah. Untuk anggaran maunya ke zero,” tambahnya.

Mengenai kesiapan infrastruktur, Paskah mengatakan akan ada subsidi yang lebih besar untuk penyediaan tabung dan kompor.

“2008 ini kita sudah keluarkan kompor dan tabung atas elpiji bersubsidi sekira Rp2 triliun. Tapi bisa dihemat hampir Rp7 triliun dengan mempercepat konversi itu dari 7,2 juta sekarang jangkauannya kira-kira 18 juta paket,” pungkasnya. (ade)

Si Pelempar Sepatu Bush Jadi Idola Kaum Hawa

22 Desember 2008 oleh hadiakrom

KAIRO - Masih ingat dengan Muntazar al-Zaidi? Ya, dialah wartawan Al Baghdadi yang melempar sepatunya ke arah Presiden AS, George Bush. Kini, Zaidi menjadi orang terkenal.

Seperti dikutip Reuters, Senin (22/12/2008), Zaidi kini juga menjadi idola sejumlah orangtua di Timur Tengah. Bahkan seorang bapak dari Mesir, ingin menikahkan anak gadisnya dengan Zaidi.

Anak perempuan tersebut bernama Amal Saad Gumaa, menyatakan setuju dengan rencana sang ayah.

“Permintaan ayah ini akan membuat kehormatan bagi saya. Saya sangat suka tinggal di Irak, khususnya saya bisa melihat langsung pahlawan itu,” ujarnya kepada Reuters.

Ayah Amal, Saad Gamaa, mengatakan dirinya sudah memanggil Dergham, kakak Zaidi, untuk menyampaikan permohonan tersebut.
“Tidak ada yang lebih berharga dibandingkan dengan menikahkan anak gadis saya dengan Zaidi. Saya juga siap untuk menyiapkan semua kebutuhan mereka untuk menikah,” tutur Saad bersemangat.

Amal adalah gadis yang kini tengah masih menggeluti bangku kuliah di Universitas Minya di Mesir. Namun hingga kini belum ada jawaban langsung dari Zaidi untuk merespons permohonan tersebut. (1-423)

Cara mengubah Register Edit (Regedit)

22 Desember 2008 oleh hadiakrom

Berikut ini adalah cara mengubah Regedit computer anda. Caranya :

misalnya anda ingin menonaktifkan Task Manager.

Buatlah 1 Form dan 2 command button. Copykan Coding dibawah ini di Form anda:

‘============================================

Private Sub Command1_Click()
On Error Resume Next
Dim alamat, Masukan
Set Masukan = CreateObject(“Wscript.shell”)

alamat = “HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\”
Masukan.regwrite alamat & “Policies\System\DisableTaskMgr”, “1″, “REG_DWORD”
End Sub

Private Sub Command2_Click()
On Error Resume Next
Dim alamat, Masukan
Set Masukan = CreateObject(“Wscript.shell”)

alamat = “HKCU\Software\Microsoft\Windows\CurrentVersion\”
Masukan.regwrite alamat & “Policies\System\DisableTaskMgr”, “0″, “REG_DWORD”

End Sub

‘==================== END of CODING ========================

Keterangan:

- Tombol pertama untuk mendisable task manager

- Tombol kedua untuk memunculkan kembali task manager

selanjutkan terserah anda sendiri ^_^

Membuat Form Tampil Paling atas

22 Desember 2008 oleh hadiakrom

Untuk Membuat Tampilan Form paling atas dari program-program yang lain caranya:

Buat sebuah Form dan sebuat module. di dalam form buatlah 2 command button. copykan source code dibawah ini di Form dan di module

‘COPY CODING INI DI FORM:

‘===============================================

Private Sub Command1_Click()
res = SetWindowPos(Form1.hWnd, HWND_TOPMOST, 0, 0, _
0, 0, flags)
End Sub

Private Sub Command2_Click()
res = SetWindowPos(Form1.hWnd, HWND_NOTOPMOST, 0, _
0, 0, 0, flags)
End Sub

“COPY CODING INI DI MODULE:

‘=============================================================================

‘Tombol pertama untuk membuat tampil paling atas . Tombol kedua untuk membuat form kembali normal

Declare Function SetWindowPos Lib “user32″ (ByVal h%, ByVal hb%, ByVal x%, ByVal Y%, ByVal cx%, ByVal cy%, ByVal F%) As Integer
Global Const SWP_NOMOVE = 2
Global Const SWP_NOSIZE = 1
Global Const flags = SWP_NOMOVE Or SWP_NOSIZE
Global Const HWND_TOPMOST = -1
Global Const HWND_NOTOPMOST = -2

Mendisable Tombol Maximize di MDIForm

22 Desember 2008 oleh hadiakrom

Jika anda menginginkan untuk menonaktifkan tombol maximize di MDIForm

Ketikan Source Code ini di MDIForm Editor anda:

‘=======================================

‘Buatlah 1 MDIForm

‘Copykan Script ini di MDIForm anda

Option Explicit

Private Declare Function GetWindowLong Lib “user32″ _
Alias “GetWindowLongA” (ByVal hWnd As Long, _
ByVal nIndex As Long) As Long

Private Declare Function SetWindowLong Lib “user32″ _
Alias “SetWindowLongA” (ByVal hWnd As Long, _
ByVal nIndex As Long, ByVal dwNewLong As Long) _
As Long

Private Const GWL_STYLE = (-16)
Private Const WS_MINIMIZEBOX = &H20000
Private Const WS_MAXIMIZEBOX = &H10000

Public Sub NoMaxBox(f As MDIForm)
Dim H As Long
H = GetWindowLong(f.hWnd, GWL_STYLE)
H = H And Not (WS_MAXIMIZEBOX)
H = SetWindowLong(f.hWnd, GWL_STYLE, H)
End Sub

Public Sub NoMinBox(f As MDIForm)
Dim H As Long
H = GetWindowLong(f.hWnd, GWL_STYLE)
H =Hl And Not (WS_MINIMIZEBOX)
H = SetWindowLong(f.hWnd, GWL_STYLE, H)
End Sub

Private Sub MDIForm_Load()
NoMaxBox Me

‘Hilangkan tanda kutip di bawah jika ingin

‘mendisable tombol minimize
‘NoMinBox Me
End Sub

Private Sub MDIForm_Resize()
‘Ganti 5000 di bawah dgn lebar form yg fix Anda
‘tentukan Ganti 4000 di bawah dgn tinggi form yg fix
‘Anda tentukan
If Me.Width <> 5000 Then Me.Width = 5000
If Me.Height <> 4000 Then Me.Height = 4000
End Sub